
Kuberanikan diri membuka halaman tulis pesan. Rasa penasaran ini harus segera dituntaskan. Perlahan kususun kata. Ku baca ulang. Rasanya sudah pantas untuk segera kukirimkan, pesan singkat ini kepadanya. Pesan terkirim. Tak sabar menunggu balasan.
Nada pesan masuk berbunyi nyaring. Mencoba tidak jumawa. Begitu banyak pesan masuk kuterima. Belum tentu jawaban darinya. Sepenggal kisah masa lalu yang tidak utuh. Kembali mencoba membuka lembaran usang.
Dua dasawarsa kala terhitung
Segala kenangan
Menguarkan ragam rasa
Ada pilu, pasti rindu
Susah payah merangkai asa
Tuk sekedar membingkai sosokmu
Yang terbias hanya kelu
Saat terakhir kau menghindariku
Dua dasawarsa kala terhitung
Indra rasaku begitu tulus
Tak lagi berharap
Tak lagi menatap sendu
Karena yang pergi telah kembali
20 tahun bukan waktu yang singkat. Kehidupan berjalan sebagaimana alurnya. Jika hidup adalah sebuah buku, pasti banyak bab dan halamannya. Bab dan halaman ini pernah tertulis. Aku tidak begitu ingat, tapi juga tidak mungkin mengabaikannya. Sepertinya tentang sesuatu yang tumbuh, sesuatu yang akhirnya kandas.
Ada yang direlakan pergi dan hilang. Ada yang berusaha menyimpan serpihannya dalam ruang yang disebut hati. Memori ...
Cerita tentangmu samar-samar.
Antara jelas dan tidak.
Tak kusangka, tidak begitu denganmu ...
w.e.l.c.o.m.e.b.a.c.k.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar